KOMPAS.com – “Di media, saya pernah membaca tentang tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan. Apakah dua hal ini sama? Demikian surat dari Monda, Bandung,

Menurut Godo Tjahjono, SE, MSi, RFC, praktisi bisnis dan keuangan, tabungan adalah produk dari bank yang fungsi utamanya menyimpan dan mengumpulkan dana. Asuransi adalah produk dari perusahaan asuransi yang fungsi utamanya memberikan proteksi keuangan keluarga bila pencari nafkah mengalami musibah.

Tabungan pendidikan dilengkapi asuransi agar punya fungsi proteksi. Asuransi pendidikan dilengkapi fungsi tabungan agar bisa untuk mengumpulkan dana. Bila memakai tabungan pendidikan dari bank Anda dikenakan pajak 20% terhadap bunga atau keuntungan yang didapat dari bagi hasil, sementara biaya asuransi biasanya dipotong secara berkala dari hasil perolehan bunga atau keuntungan bagi hasil setelah pajak.

Nilai santunan asuransi pada produk tabungan pendidikan dari bank relatif kecil, bahkan ada yang hanya memberikan santunan untuk musibah akibat kecelakaan. Untuk asuransi, hasil investasinya tidak dikenakan pajak bila melewati masa 3 tahun, dan nilai santunan relatif besar atau bisa disesuaikan sesuai kebutuhan, namun biaya tahun ke-1 hingga ke-3 yang dipotong dari premi relatif besar.

Godo menyarankan, untuk jangka waktu relatif pendek dan kebutuhan uang santunan tidak besar, sebaiknya gunakan tabungan pendidikan. Tetapi bila jangka waktunya panjang dan kebutuhan santunan besar, misalnya karena anak masih balita dan pencari nafkah di keluarga hanya satu orang, gunakan asuransi pendidikan.

Editor: din

Sumber: Majalah Sekar

Advertisements