Category: Artikel Finansial Plan


KOMPAS.com — Saya suka membaca iklan di Kompas tentang pelatihan investasi Option, dan tertarik untuk mencari tahu dan mengembangkan uang di investasi jenis ini. Apakah jenis investasi ini menjanjikan dan memang menguntungkan seperti iklan-iklan yang saya baca? Saya ingin mendapatkan return yang besar dalam waktu tidak terlalu lama. Tapi saya juga ingin berinvestasi di tempat yang aman. Tolong sarannya. – Bernadette, Jakarta.

Sebelum menjawab, saya ingin bertanya dahulu. Apakah Anda sudah memiliki portofolio investasi, seperti reksa dana atau saham? Bila belum, saya sarankan silakan koleksi terlebih dulu instrumen investasi tersebut karena Option adalah jenis investasi turunan dari saham. Sebenarnya, dapat saya katakan, bahwa Option bukanlah sebuah investasi karena bersifat diperdagangkan (trading) dalam jangka pendek. Lalu dalam setiap transaksi tersebut, ada pihak yang mendapatkan keuntungan dan juga mengalami kerugian. Option merupakan investasi derivatif.

Saya sendiri sebagai financial planner selalu menganjurkan klien untuk melakukan dan mengoleksi investasi reksa dana, saham, properti, dan logam mulia terlebih dulu sebelum mencoba investasi lainnya. Sebab, masih banyak jenis investasi yang bisa dijadikan kendaraan mencapai tujuan keuangan kita.

Menurut Robert T Kiyosaki dalam bukunya Conspiracy of The Rich, derivatif adalah “senjata kehancuran massal” dan salah satu alasan kita berada dalam krisis keuangan.

Saran saya, jangan memasuki sebuah jenis investasi yang rumit dan kompleks untuk dipahami. Sebab, semakin rumit investasi maka makin mudah akan kehilangan uang di sana.

Kembali ke persoalan Anda, Kiyosaki menegaskan, “Ingat, salah satu tujuan industri keuangan adalah membuat orang bingung.” Jadi, sebaiknya hindari investasi yang tidak Anda pahami.

“Pay Yourself First Concept”
Apakah selama ini Anda tidak mampu menabung dan berinvestasi demi masa depan yang cemerlang dan mandiri? Apakah gaji ternyata tak bersisa (tidak cukup) untuk memampukan Anda memiliki tabungan atau investasi? Bila jawabannya “ya”, berarti Anda menjalankan konsep keuangan yang kuno dan keliru. Tidak perlu bersedih karena Anda tidak sendiri.

Mungkin selama ini konsep menabung Anda adalah di akhir bulan. Ketika ada uang sisa dari belanja kebutuhan diri dan bulanan baru Anda menabung. Namun, bila ternyata di akhir bulan uang tidak bersisa, malah defisit, maka Anda pun melewatkan menabung di bulan itu.

Cara tersebut tidak akan membuat kaya. Sekarang cobalah untuk mulai menggunakan konsep baru, pay yourself first at 20 percent. Maksudnya adalah menyisihkan terlebih dahulu bagi masa depan di muka sebesar 20 persen sebelum membelanjakan untuk kebutuhan lain dan keperluan biaya bulanan.

Konsep baru: Income (pendapatan) – Saving (masa depan) = Expenses (kebutuhan hari ini)

Mengapa 20 persen?
Selama ini banyak yang menganjurkan bahwa cukup menabung atau menyisihkan sebesar 10 persen saja. Namun, menurut saya angka ini sangat tidak memadai. Angka ini berasal dari standar luar negeri yang angka inflasi mereka berkisar antara 3-5 persen per tahun. Dengan demikian, menabung atau berinvestasi sebesar 10 persen atau sama dengan 2 kali angka investasi, jadi sudah dianggap memadai. Sedangkan angka inflasi di Indonesia, sebesar 8-10 persen (padahal inflasi riil di pasar bisa saja lebih dari itu) sehingga saya anjurkan untuk memakai angka 20 persen untuk mengamankan dan memastikan masa depan Anda sendiri.

Mulailah dari 1 persen
Bila Anda sulit untuk menyisihkan langsung pada angka 20 persen maka mulailah menyisihkan dari angka 1 atau 2 persen pada bulan pertama, dan kemudian tambahkan angka yang sama pada bulan berikut dan seterusnya. Sehingga pada bulan ke-10 sampai ke-20 angka tersebut sudah tercapai.

Kalahkan diri Anda
Bila mampu mendisiplinkan diri dan mengalahkan keinginan-keinginan yang kurang produktif untuk melakukan konsep ini maka Anda akan sangat mudah mencapai berbagai tujuan-tujuan keuangan di masa depan. Memang sangat sulit dan mungkin paling sulit untuk mengalahkan diri sendiri. Namun percayalah, bila mampu mengalahkan diri sendiri maka dunia akan mudah Anda taklukkan.

(Freddy Pieloor, CFP/Majalah Chic)

Sumber: Kompas female

6 Trik Agar Gaji Lebih Tahan Lama
Selalu catat pengeluaran Anda.

    KOMPAS.com – Anda pernah dengar istilah gaji tujuh koma? Maksudnya bukan gaji sebesar Rp 7 juta, tetapi, tanggal 7 sudah “koma”. Tentu, hal ini bukan karena gaji orang tersebut di bawah upah minimum, tetapi karena gaya hidup besar pasak daripada tiang.

    Dasar dari koma yang Anda alami ini sebenarnya adalah pengelolaan keuangan yang salah. Robert Pagliarini, MSFS, CFP, penulis The Six-Day Financial Makeover dan presiden Pacifica Wealth Advisors, Inc., menawarkan sebuah sistem untuk mengontrol keuangan Anda:

    Buat laporan pengeluaran
    “Satu-satunya cara untuk mengawasi keuangan adalah dengan memeriksa, kemana perginya uang Anda,” ujar Pagliarini. Catat apa saja pengeluaran Anda selama seminggu. Kebanyakan orang, menurutnya, tidak akan kaget melihat pengeluaran yang besar seperti sewa rumah, bensin, atau asuransi. Justru orang lebih syok ketika melihat banyaknya pengeluaran kecil-kecilan seperti nonton film, ngopi bareng teman, atau memborong DVD. Setelah diakumulasi, jumlahnya jadi banyak juga!

    Terapkan manajemen amplop
    Sebagian orang menjalani metode yang kerap dianggap kuno ini. Tiap minggu, ambil sejumlah uang dari ATM atau bank (sesuai dana Anda, atau kurang dari itu), lalu bagi-bagi sesuai kebutuhan. Belanjakan uang hanya dari dana tersebut selama seminggu. Anda pasti tak menyangka berapa banyak yang bisa Anda hemat dengan cara ini.

    Tunda pengeluaran
    Ada beberapa jenis pengeluaran yang dapat ditunda sementara. Misalnya, menunda liburan atau tukar tambah mobil baru. Dengan menunda pengeluaran seperti ini, Anda akan mendapat tambahan uang untuk keperluan yang lebih mendesak.

    Batalkan
    Batalkan pengeluaran yang tidak Anda manfaatkan. Misalnya, Anda mendaftar jadi anggota pusat kebugaran, tetapi tak pernah menggunakan keanggotaan Anda. Sudahlah, bersikap realistis saja. Jika olahraga memang belum jadi prioritas Anda, lebih baik memanfaatkan uang membership untuk keperluan lain. Hal yang sama bisa Anda terapkan untuk biaya ekstra saluran tambahan dari TV berbayar yang tak pernah Anda tonton.

    Kurangi
    “Setiap pengeluaran yang Anda batalkan adalah tabungan ekstra dalam dompet Anda,” ujar Pagliarini. Misalnya Anda punya kebiasaan makan bersama keluarga besar pada Minggu siang. Anda bisa mengurangi tradisi ini dengan makan bersama hanya dua minggu sekali. Cara lain tetap makan bersama tiap minggu, namun dengan memilih restoran yang tidak begitu mahal.

    Sumber: Kompas female

    Cermat Memilih Asuransi Jiwa
    Pilih produk asuransi jiwa murni lebih baik untuk nasabah berpenghasilan menengah.

    KOMPAS.com – Asuransi jiwa menjadi salah satu kebutuhan penting terkait perencanaan keuangan. Belakangan ini, produk unit link termasuk kategori asuransi jiwa yang semakin bertumbuh dan memberikan banyak penawaran. Sebaiknya teliti sebelum memiliki investasi yang juga punya proteksi ini.

    Pilih produk yang memberi ruang bagi nasabah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Ada produk yang menggiurkan, karena hanya dengan menyisihkan 10 ribu rupiah perhari, Anda bisa membayar premi untuk proteksi dan investasi jangka panjang. Namun bukan sekadar murah, Anda perlu juga meneliti seberapa luas penyesuaian yang bisa Anda lakukan.

    Misalkan, mengubah manfaat investasi, dalam hal ini menaikkan, mengurangi, atau bahkan menghilangkan manfaat proteksi, disesuaikan dengan besaran premi. Apakah kemudian premi juga akan bertambah atau mengikuti premi sebelumnya, jika kemudian nasabah melakukan penyesuaian manfaat sesuai kebutuhan.

    Syafriadi Hutagalung, manager agen asuransi sebuah asuransi jiwa mengatakan, produk asuransi sebaiknya representatif dan menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah. “Nasabah sebaiknya dilibatkan dalam mengatur keuangannya. Model lama, institusi keuangan bertindak sepihak dalam kepemilikan produk sudah tidak relevan lagi melihat kondisi kekinian,” papar pria yang kerap disapa Adhie kepada Kompas Female.

    Untuk memastikan produk tersebut aman, teliti juga institusi keuangan penerbit produk. Hal ini bisa dilihat dari profesionalisme agen asuransi. Tanyakan saja, apakah si agen memiliki sertifikasi dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) misalkan. Bisa juga dengan mengenali kinerja perusahaan yakni dengan mengukur pengakuan industri asuransi terhadapnya. Penghargaan dari sejumlah media ekonomi atas performance perusahaan bahkan pengakuan dunia perlu menjadi pertimbangan.

    Sementara, perencana keuangan, Aidil Akbar Madjid mengatakan sebaiknya pilih asuransi jiwa murni. Artinya tidak ada pembayaran dari perusahaan asuransi selama nasabah masih hidup untuk proteksi penyakit tertentu, yang bisa diklaim ke penerbit produk unit link. “Asuransi jiwa murni artinya pembayaran dilakukan jika nasabah meninggal,” papar Akbar.

    Akbar mengakui banyak kemudahan yang diberikan oleh investor jika memiliki unit link. Namun keuntungan yang bisa diperoleh relatif kecil. Diakuinya, produk yang masuk kategori advance ini bisa jadi sangat bagus sebagai investasi proteksi. Namun belum tentu cocok dengan setiap orang.

    Akbar menyarankan orang dengan penghasilan 2-3 juta per bulan sebaiknya memilih produk investasi lain. Produk investasi seperti emas logam mulia atau deposito lebih tepat. Namun pilihan ini tetap dikembalikan kepada kebutuhan Anda, jangka pendek, menengah, panjang, dan risikonya.

    Sebaiknya pilih produk asuransi dengan lebih dahulu mendiskusikan secara detil keunggulan dan kelemahannya. Agen asuransi profesional semestinya menyediakan ruang untuk berdiskusi dan tidak sekadar “menjual” produk.

    Sumber: Kompas female

    KOMPAS.com – Agen asuransi adalah profesi yang sedang “happening” saat ini. Orang yang sedang tidak terikat dengan perusahaan tertentu, atau yang sedang mencari penghasilan tambahan, biasanya mengincar pekerjaan ini.

    Seperti yang dituturkan Ginawati Djunaedi, Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia, tidak ada syarat khusus untuk menjadi seorang agen asuransi. Setiap orang, apa pun latar belakangnya, bisa melamar bekerja sebagai agen. Yang perlu Anda lakukan saat melakukan pekerjaan ini adalah menerapkan strategi, atau sistem, yang sudah diberikan perusahaan saat pelatihan.

    Namun, untuk menjadi agen asuransi yang sukses, pada dasarnya Anda perlu menerapkan kiat berikut:

    1. Membiasakan diri dengan bidang asuransi. Bila sudah menjadi nasabah, Anda sudah memiliki pengetahuan mendasar tentang hal ini. Namun tak ada salahnya menambah wawasan dengan membaca atau berkonsultasi dengan agen langganan.

    2. Terus mengikuti perkembangan dunia asuransi. Jangan berdiam diri dan merasa sudah cukup memiliki pengetahuan. Belajarlah dari agen-agen di kantor yang sudah mencapai kesuksesan.

    3. Pantang menyerah. Bukan tidak mungkin Anda ditolak saat menawarkan produk. Bersabarlah dan tetap semangat. Masih banyak calon nasabah potensial lain. Meski ditolak, jangan putuskan hubungan dengan orang tersebut. Tunggulah selama beberapa saat. Setelah itu, kembali dekati dia. Bisa saja pada saat itu ia sudah berubah pikiran. Lakukan semuanya dengan sopan-santun.

    4. Jangan bertele-tele saat menjelaskan sebuah produk. Beritahu nasabah dengan bahasa yang sederhana. Bila harus membuat perhitungan, lakukan juga dengan cara-cara sederhana agar nasabah benar-benar mengerti produk apa yang akan dimilikinya.

    5. Jadilah teman yang baik bagi nasabah. Dengarkan keluh-kesahnya agar Anda benar-benar mengenal kepribadiannya. Anda pun jadi bisa menentukan produk apa yang paling baik untuknya. Nasabah pun akan merasa memiliki agen yang benar-benar memperhatikan dirinya.

    6. Selalu rajin. Rajin mencari calon nasabah, rajin memantau perkembangan nasabah yang sudah ada, rajin melengkapi diri dengan informasi-informasi baru, dan lain-lain. Besarnya komisi yang kita dapatkan juga bergantung pada seberapa rajin kita bergerak.

    7. Jujurlah pada nasabah. Jelaskan semua syarat dan keuntungan setiap produk asuransi. Bila ia bertanya produk asuransi apa yang paling cocok dengan kondisinya, ajukan produk yang tepat. Jangan membelok-belokkan nasabah demi keuntungan pribadi.

    8. Pelajari cara yang tepat untuk menjual produk. Tidak ada satu formula pemasaran yang mutlak cocok untuk semua orang. Setiap orang memiliki karakteristik dan kepribadian yang berbeda. Sesuaikan jurus-jurus Anda dengan orang yang sedang dihadapi. Ada baiknya mencari informasi mengenai mereka dahulu sebelum Anda menawarkan produk.

    9. Kenali setiap produk asuransi yang perusahaan miliki. Bisa jadi di masa depan Anda merasa lebih nyaman menjual satu jenis produk tertentu, misalnya asuransi pendidikan. Tetapi Anda tetap harus mengenal produk lain. Jangan sampai nasabah berpikir Anda agen yang tidak kompeten hanya karena tidak menguasai product knowledge.

    10. Utamakan yang terbaik untuk nasabah. Ketika memutuskan menjadi agen, Anda harus mengedepankan kepentingannya. Menjadi agen berarti membantu mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Jika sebelumnya sudah merasakan manfaat asuransi, inilah giliran Anda untuk berbagi yang sama dengan mereka.

    Sumber: Kompas female

    Pengen apply asuransi jiwa, silahkan komen ~!~

    KOMPAS.com – Tahun baru adalah saatnya introspeksi diri, termasuk soal pengeluaran. Mungkin selama ini Anda termasuk orang yang tak suka dengan rencana keuangan tahunan. Dan berpikiri jika pengeluaran cukup direncanakan per bulan saja.

    Padahal jika direncanakan sejak awal tahun, Anda bisa lebih berhemat dan menyadari bagaimana gaya hidup Anda selama ini. Apakah pengeluaran selama ini sudah cukup efektif atau suka membengkak di mana-mana? Nah, bagaimana anggaran belanja bisa diperhitungkan tahunan? Simak pemaparan Eko Endarto, RFA dari Finansia Consulting – Jakarta.

    Anggaran Rutin dan Khusus
    Langkah pertama yang harus diambil sebelum menentukan perincian anggaran tahunan, dengan membagi anggaran dasar menjadi dua kriteria; rutin dan khusus. Pembagian ini sesuai dengan tujuan mencapai keinginan dan kebutuhan keluarga.

    Anggaran khusus merupakan jenis pengeluaran yang direncanakan untuk kebutuhan khusus atau tujuan tertentu, seperti menyekolahkan anak, rencana berlibur, DP rumah, dan sebagainya. Anggaran khusus ini tak harus merupakan rancangan untuk rencana di tahun yang sama. Namun juga bisa disisihkan untuk beberapa tahun kemudian. Misal, untuk berlibur ke luar kota di tahun 2012, atau anggaran sekolah anak untuk masuk SMA tahun 2015, dan sebagainya.

    Sedangkan anggaran rutin adalah anggaran yang dibuat untuk kebutuhan yang besarnya sama dengan tahun-tahun sebelumnya plus nilai inflasi. Misalnya, anggaran untuk pembayaran utang, setoran rutin investasi dan belanja rutin keluarga.

    Tentukan Prioritas
    Pada dasarnya semua anggaran pengeluaran memiliki skala prioritas, agar pengelolaan keuangan dapat dipantau. Misalnya, 10 persen untuk sosial keagamaan, 30 persen untuk cicilan hutang, 20 persen untuk setoran investasi dan proteksi (asuransi), sisanya untuk kebutuhan rutin dan biaya hidup.

    Barulah bisa dimainkan dari pos kebutuhan hidup yang cenderung fluktuatif. Buat prioritas kembali, kebutuhan yang benar-benar pokok, kebutuhan sekunder dan tersier (mewah). Tujuannya agar pengeluaran benar-benar untuk memenuhi kebutuhan bukan sekadar keinginan.

    Jangan lupa sisihkan anggaran cadangan sekitar 3 kali pengeluaran bulanan. Bisa diupayakan dengan menyisihkan 20 persen dari setoran investasi (dalam rekening tersendiri), kemudian baru dimasukkan ke produk investasi sesuai jangka waktu tujuan. Dana cadangan ini bermanfaat sebagai buffer, jika terjadi sesuatu dengan penghasilan rutin rumah tangga. Mosal, suami terkena PHK, pengeluaran rutin membengkak sehingga harus mencari penghasilan baru, pengeluaran mendadak atau terjadi hal-hal yang tak diinginkan yang tidak terjamin asuransi, dan sebagainya.

    Sistem Kalender
    Setelah prediksi anggaran dibuat, selanjutnya perlu rencana yang lebih konkret. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk merealisasikan anggaran tahunan, salah satunya dengan menggunakan sistem kalender. Caranya, buat daftar yang memuat tentang kapan, berapa, dan untuk apa pengeluaran dilakukan. Lalu konversikan pada kalender yang ada di rumah.

    Namun hanya untuk pengeluaran khusus dan pengeluaran rutin yang besar saja. Anggaran rutin tidak dimasukkan ke dalam kalender, karena sudah bersifat rutin dikeluarkan dan tidak perlu diingatkan secara khusus.

    Jangan lupa tetap memisahkan anggaran rutin dan khusus. Tujuannya agar pemegang keuangan keluarga bisa ingat dan tak lupa kewajiban serta komitmennya. Misalnya, pada tiap tanggal 1 bulan Januari hingga Desember bayar cicilan mobil, tiap tanggal 15 Januari hingga Desember bayar setoran pendidikan anak, dan seterusnya.

    Patuhi yang Sudah Dibuat
    Setelah seluruh anggaran selesai dibuat bersama pasangan, langkah selanjutnya adalah lakukan apa yang sudah Anda tuliskan dan catat apa saja yang telah Anda lakukan. Catatan diperlukan untuk mengevaluasi apakah tindakan kita sudah sesuasi dengan rencana dan anggaran. Selamat merancang keuangan di tahun 2010!

    (Laili Damayanti/Tabloid Nova)

    http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/16/11321972/menyusun.apbn.rumah.tangga

    Banyak alasan yang melatarbelakangi seseorang pada akhirnya memutuskan untuk ikut program asuransi. Adalah kebutuhan akan perlindungan dan rasa aman yang ingin dicari oleh mereka yang merasa penting untuk memberikan proteksi terhadap dirinya, keluarga atau harta benda yang memiliki nilai yang tinggi.
    Namun demikian, tidak sedikit orang pula yang masih meragukan atau bahkan sama sekali tidak percaya dengan manfaat yang bisa didapat dengan ikut asuransi. Pasalnya, ada pula yang berpikiran jika ikut asuransi, jika uang asuransi yang disetorkan untuk suatu bentuk perlindungan, namun ternyata objek perlindungannya tersebut tidak terjadi apa-apa, maka uang premi yang sudah dibayarkan tidak bisa keluar.
    Sebenarnya hal itu, kembali berpulang kepada masing-masing individu untuk menyikapinya. Nah, bagi Anda yang berminat untuk ikut asuransi, 4 poin berikut ini mungkin bisa membantu Anda dalam memilih perusahaan atau program asuransi yang tepat dan terpercaya.

    Sangat penting untuk mengetahui latarbelakang perusahaan asuransi yang akan Anda pilih. Pastikan kejelasan mengenai status hukum, kredibilitas, keamanan, alamat lengkap dan pengalaman dari perusahaan tersebut dan program asuransinya.

    Meneliti dengan seksama mengenai program asuransi yang ditawarkan juga merupakan hal yang tidak boleh terlewatkan, supaya Anda bisa mengetahui dengan jelas mengenai manfaat, persyaratan yang diajukan, ketentuan polis, persyaratan klaim asuransi, tata cara dan berbagai ketentuan lain yang diterapkan dalam program asuransi tersebut.

    Anda pun harus memastikan segala ketentuan yang diberlakukan dalam program asuransi tersebut, harus tertera dalam polis asuransi.

    Satu hal yang tidak boleh luput dari pengamatan Anda yakni agen asuransi yang datang kepada Anda untuk menawarkan program asuransi. Penampilan bak seorang profesional belum tentu menjamin keakuratan sebuah asuransi. Yang harus Anda pastikan adalah agen tersebut harus memiliki identitas yang lengkap dan jelas dari perusahaan asuransi tempat ia bekerja.

    http://www.hanyawanita.com/_money/investing/article.php?article_id=9930

    KOMPAS.com – “Di media, saya pernah membaca tentang tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan. Apakah dua hal ini sama? Demikian surat dari Monda, Bandung,

    Menurut Godo Tjahjono, SE, MSi, RFC, praktisi bisnis dan keuangan, tabungan adalah produk dari bank yang fungsi utamanya menyimpan dan mengumpulkan dana. Asuransi adalah produk dari perusahaan asuransi yang fungsi utamanya memberikan proteksi keuangan keluarga bila pencari nafkah mengalami musibah.

    Tabungan pendidikan dilengkapi asuransi agar punya fungsi proteksi. Asuransi pendidikan dilengkapi fungsi tabungan agar bisa untuk mengumpulkan dana. Bila memakai tabungan pendidikan dari bank Anda dikenakan pajak 20% terhadap bunga atau keuntungan yang didapat dari bagi hasil, sementara biaya asuransi biasanya dipotong secara berkala dari hasil perolehan bunga atau keuntungan bagi hasil setelah pajak.

    Nilai santunan asuransi pada produk tabungan pendidikan dari bank relatif kecil, bahkan ada yang hanya memberikan santunan untuk musibah akibat kecelakaan. Untuk asuransi, hasil investasinya tidak dikenakan pajak bila melewati masa 3 tahun, dan nilai santunan relatif besar atau bisa disesuaikan sesuai kebutuhan, namun biaya tahun ke-1 hingga ke-3 yang dipotong dari premi relatif besar.

    Godo menyarankan, untuk jangka waktu relatif pendek dan kebutuhan uang santunan tidak besar, sebaiknya gunakan tabungan pendidikan. Tetapi bila jangka waktunya panjang dan kebutuhan santunan besar, misalnya karena anak masih balita dan pencari nafkah di keluarga hanya satu orang, gunakan asuransi pendidikan.

    Editor: din

    Sumber: Majalah Sekar

    KOMPAS.com — Hampir sebagian besar pembayaran gaji saat ini sudah dilakukan melalui cara transfer (pemindahbukuan) dari rekening perusahaan (pembayar gaji) ke rekening karyawan (penerima gaji), dan tidak lagi dilakukan dengan membayar secara tunai atau cash. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam hal sistem administrasi dan lebih aman dilakukan. Dengan demikian, seorang karyawan diwajibkan memiliki sebuah rekening tabungan di bank yang sama dengan bank yang dipakai perusahaan.

    Sebaiknya Anda membuka sebuah rekening masa depan, selain rekening gaji di bank yang sama. Rekening gaji dipakai untuk masuknya gaji dan keluarnya pembayaran sebagai tagihan sehingga saldonya akan selalu kering. Adapun rekening masa depan dapat Anda pergunakan untuk menampung dan mengakumulasikan dana masa depan. Jadi, saat Anda menerima pendapatan di rekening gaji, maka segera transfer sebesar minimal 10 persen ke rekening masa depan, selanjutnya bayar segala utang (termasuk kartu kredit). Sisanya silakan Anda pakai untuk biaya hidup selama bulan tersebut, dan jangan gesek lagi kartu kredit Anda (jangan berutang).

    Saat dana Anda di rekening masa depan sudah terakumulasi dan cukup besar, serta memenuhi syarat untuk dipindahkan ke deposito, silakan alihkan dan ubah bentuk dana masa depan Anda dari bentuk rekening (tabungan) ke sertifikat deposito.

    Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dengan seksama bila Anda ingin menaruh dana di deposito adalah sebagai berikut:

    – Pastikan langganan Anda mengikuti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
    – Anda menaruh dana di produk perbankan, dan bukan produk lainnya.
    – Dana yang dijamin oleh LPS dengan batas maksimal sebesar Rp 2 miliar.
    – Bunga simpanan dan deposito yang diberikan bank tidak boleh melampaui tingkat suku bunga yang diperkenankan oleh LPS. Jadi jangan berpikiran bahwa bila uang Anda ditaruh di bank, maka dana lantas aman 100 persen. Selain 3 hal di atas, ada 1 syarat lagi yang harus Anda penuhi bila Anda ingin dana Anda dibayar kembali oleh LPS (bila bank Anda bankrut), yaitu: Anda tidak boleh memiliki catatan buruk dan pernah melakukan sebuah tindakan yang merugikan bank tersebut.

    Anda disarankan untuk menaruh uang sebesar 1 bulan gaji di rekening tabungan masa depan, dan 2-5 kali gaji Anda dalam bentuk deposito yang dapat Anda cairkan setiap saat dalam keadaan genting. Bila ternyata dana Anda sudah melampaui 6 kali gaji Anda, maka mulailah memikirkan untuk segera mentransfer dana masa depan Anda dalam bentuk logam mulia (LM).

    Mengapa disarankan untuk menaruh maksimal 6 kali gaji Anda di bank? Suku bunga bank yang Anda peroleh tidak akan mampu mengalahkan tingkat inflasi yang terjadi sehingga bila Anda menaruh seluruh dana masa depan di bank, maka Anda akan menjadi “miskin” secara otomatis. Nilai dan daya beli uang Anda akan menurun seiring berjalannya waktu. Untuk itu, Anda disarankan untuk mulai masuk ke dalam investasi LM dan reksa dana.

    (Freddy Pieloor, CFP. Financial Counsellor/Majalah Chic)

    http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/12/17274937/sisa.gaji.di.bank.bijaknya.diapakan.ya